TERJADINYA SIKLUS MENSTRUASI
TERJADINYA
SIKLUS MENSTRUASI
Masa remaja dapat dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu masa remaja
awal, remaja pertengahan, dan remaja akhir. Ciri yang paling nyata masa remaja
adalah perkembangan dan pertumbuhan yang berlangsung dengan cepat. Masa ini
dikenal juga sebagai masa pubertas. Pubertas adalah masa
ketika seorang anak mengalami perubahan fisik,
psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pada perempuan, pubertas
ditandai dengan menstruasi.
Menstruasi adalah
proses pelepasan dinding rahim (endometrium)
yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan,
kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut
pada akhirnya akan membentuk siklus menstruasi. Menstruasi pertama (menarche) pada remaja putri sering
terjadi pada usia 11 tahun. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan
terjadi pada rentang usia 8 sampai 16 tahun, karena menstruasi pun
sangat tergantung dari tingkat kesehatan, nutrisi, dan berat badan.
Menstruasi, merupakan
pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang perempuan, yang dimulai dari menarche sampai terjadinya menopause. Pengertian menopause itu sendiri adalah berhentinya
secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia
perempuan.
Pada
dasarnya, siklus menstruasi dibagi menjadi beberapa fase yang diatur oleh lima
hormon di dalam tubuh. Hormon yang pertama adalah Estrogen, hormon ini sangat berperan di dalam tubuh, terutama pada ovulasi dalam siklus reproduksi wanita.
Hormon ini juga berperan pada perubahan tubuh remaja dalam masa pubertas serta
terlibat dalam pembentukan kembali lapisan rahim setelah periode menstruasi.
Kedua adalah Progesteron, hormon ini bekerjasama dengan esterogen guna menjaga siklus reproduksi
dan menjaga kehamilan. Sama dengan estrogen,
progesteron juga diproduksi di ovarium dan berperan dalam penebalan
dinding rahim. Ketiga adalah Hormon pelepas gonadotropin (Gonadotrophin-releasing
hormone – GnRh), hormon ini diproduksi oleh otak, dan membantu memberikan
rangsangan pada tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel dan hormon pelutin.
Keempat adalah Hormon Pelutein (Luteinizing hormone-LH), sel
telur dan proses ovulasi dihasilkan oleh ovarium berkat rangsangan hormon ini. Yang
terakhir adalah Hormon perangsang folikel (Follicle stimulating hormone-FSH), hormon ini membantu sel telur
di dalam ovarium matang dan siap untuk dilepaskan. Hormon ini diproduksi di
kelenjar pituitari pada bagian bawah otak.
Pada siklus menstruasi, fase
pertama adalah fase Menstruasi. Hari pertama menstruasi
merupakan hari pertama pada siklus menstruasi dan terjadi sekitar 3-7 hari.
Pada masa ini, lapisan dinding rahim luruh menjadi darah menstruasi. Banyaknya
darah yang keluar selama masa menstruasi adalah sekitar 30-40 ml pada tiap siklus.
Rasa sakit yang terjadi pada hari-hari pertama menstruasi disebabkan oleh
otot-otot rahim yang mengalami kontraksi guna mendorong dan mengeluarkan
lapisan dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi. Luruhnya lapisan
dinding rahim dikarenakan kadar estrogen
dan progesteron mengalami penurunan.
Seiring dengan menurunnya estrogen
dan progesteron pada fase ini, hormon
perangsang folikel (FSH) mulai sedikit meningkat,
peningkatan ini memancing berkembangnya beberapa folikel (kantong yang berisi indung telur) di dalam ovarium. Dari beberapa folikel yang berkembang, hanya akan ada
satu folikel yang terus berkembang
yang kemudian akan memproduksi estrogen.
Estrogen Anda sangat rendah pada awal
menstruasi, namun dengan berkembangnya folikel,
hormon estrogen akan mulai meningkat
kembali.
Fase Kedua atau Pra ovulasi dan Ovulasi. Ketika memasuki masa praovulasi, lapisan dinding rahim yang
sempat luruh akan kembali menebal sedikit. Lapisan dinding rahim tersebut cukup
tipis sehingga sperma dapat melewati lapisan ini dengan mudah dan dapat
bertahan kurang lebih selama 3-5 hari. Proses penebalan rahim dipicu oleh hormon
estrogen yang mulai meningkat.
Masa ovulasi tiap wanita tidaklah sama. Mungkin Anda sempat berpikir
bahwa Anda berovulasi pada hari ke
-14 setelah siklus pertama. Tapi nyatanya, hal tersebut tidak bisa menjadi
patokan tiap wanita. Hal tersebut tergantung kepada tiap siklus menstruasi
masing-masing orang. Jika Anda sedang berencana memiliki momongan, ada baiknya
Anda melakukan hubungan intim dengan suami Anda pada masa praovulasi hingga ovulasi.
Karena itu adalah masa subur terbaik dan sperma dapat bertahan kurang-lebih
selama 3-5 hari.
Fase Ketiga adalah Pra Menstruasi. Pada fase ini
lapisan dinding rahim makin menebal. Hal ini dikarenakan folikel yang telah pecah dan mengeluarkan sel telur, membentuk korpus luteum. Korpus luteum kemudian memproduksi progesteron yang membuat lapisan dinding rahim makin tebal. Jika
tidak terjadi pembuahan, Anda akan mulai merasakan gejala pramenstruasi (PMS), seperti perubahan emosi yang lebih
sensitif dan perubahan kondisi fisik, seperti nyeri pada payudara, pusing,
cepat lelah, atau kembung. Selain gejala tersebut, korpus luteum akan berdegenerasi dan berhenti memproduksi progesteron. Dengan menurunnya kadar progesteron dan estrogen karena tidak terjadi pembuahan, lapisan dinding rahim akan
luruh hingga menjadi darah menstruasi.
Secara
normal, seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang berlangsung setiap
bulan. Namun, ada sebagian perempuan yang mengalami siklus menstruasi tidak
teratur, dan penyebabnya pun bermacam-macam. Kondisi ini memang tidak mengancam
jiwa, tapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan fertilitas. Oleh
karena itu, penting bagi seorang wanita untuk selalu menjaga siklus menstruasinya.
Cara terbaik untuk menjaga siklus menstruasi adalah dengan melakukan gaya hidup
sehat.

Comments
Post a Comment