MYSTERY OF DENTAL caries || MISTERI GIGI KARIES



MYSTERY OF DENTAL caries


Caries or cavities not only in adults but it can also occur in children. Caries in children is usually called bottle caries, or also known as Early Childhood caries (ECC) or Rampan caries. The term Early Childhood caries (ECC)
used to describe the condition of caries in children aged less than 71 months, a more severe condition found in children aged less than 3 years. Caries (cavities) can occur due to habits of children drinking milk, milk bottles or other sweet liquids by means diemut for a few minutes. Caries (cavities) is a serious illness, sometimes causing pain and growing rapidly. Stages of development of cavities, there are four stages: the first stage is called early stage usually occurs at age 10-20 months, at this stage of perforation teeth still unseen. The second stage usually occurs at age 16-24 months, at this stage the child's teeth had been infected and your child's teeth change color in addition, the child will feel the ache of time eating and drinking cold drinks. The third stage usually occurs at age 20-36 months, at this age children are perforated teeth then the child will feel pain when chewing and tooth brush. The fourth stage occurs at age 30-48 months old, damaged teeth have reached the inside and the color changed to black. Then the child will be hard to sleep and hard to eat.

            
Caries (cavities) can develop a variety of factors, the first factor that host factors. This factor about the size and shape of the teeth, or the enamel structure tooth outer parts, chemical factors. Deciduous teeth or baby teeth are more susceptible to dental caries than permanent. This happens because the deciduous teeth enamel in organic matter and more water while the number of mineral fewer than in the permanent dentition. Saliva serves to clean food debris and bacteria from the teeth. Children who salivary flow decreases, hence susceptibility to dental caries will increase.

 
The second factor is factor microorganisms or bacteria, the bacteria that cause caries or tooth decay is Streptococcus mutans and Streptococcus sobrinus. The bacteria that cause the disease can breed on the tooth surface and quickly generate acid in the presence of plaque. Infection occurs primarily through parallel transmission from mothers with actions such as blowing or check the temperature of baby food with spoon or put on hold in the mother's mouth.
The third factor is the substrate or dietary factors, the role of diet in caries formation is important. The type of food consumed must be considered, a high carbohydrate frequency will increase the risk of caries on tooth surfaces. S. mutans bacteria will break down all of the carbohydrates, but most efficiently produce acids from sugars, especially sucrose, besides the habit of eating carbohydrate-containing fluids that can ferment such as juice, milk formula, can increase the risk of caries with respect to the contact between the sugar in the liquid with bacteria cariogenic on the teeth. This is because the incoming fluid is not swallowed and flooded in the mouth around the tooth surface and the cessation of such mineralization process can occur more easily broken, and the reduction in the rate of saliva or saliva while the child is asleep, it will worsen the child's oral hygiene. The caries disease takes time to develop into a cavity or hole is quite varied, which is expected to 6-48 months. Therefore, make it a habit of children to drink water or brush your teeth after drinking milk.

            
Maintaining dental health of children is very important because of caries or cavities is very vulnerable to attack children aged less than 71 months, a more severe condition found in children aged less than 3 years. Caries is a serious illness, sometimes causing pain and develop rapidly. Children will feel stiff when cold meals and drinks. In addition, the child feels pain when chewing food and brushing teeth. At night, the child feels ill suddenly. One of them is the cause of dental caries stagnant remaining milk in the mouth around the surface of the tooth and the cessation of the mineralization process can occur, and the reduction in the rate of saliva when the child is asleep, it will worsen the child's oral hygiene.








MISTERI GIGI KARIES

Karies atau gigi berlubang tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi bisa juga terjadi pada anak. Karies pada anak-anak biasanya disebut karies botol atau juga dikenal sebagai Early Childhood Caries (ECC) atau rampan karies. Istilah Early Childhood Caries (ECC)
digunakan untuk menggambarkan kondisi karies pada anak-anak usia kurang dari 71 bulan, kondisi yang lebih parah dijumpai pada anak usia kurang dari 3 tahun. Karies (gigi berlubang) bisa terjadi karena kebiasaan anak minum ASI, susu botol atau cairan manis lainnya dengan cara diemut selama beberapa menit. Karies (gigi berlubang) ialah penyakit yang serius, kadang menimbulkan rasa sakit dan berkembang secara cepat. Tahap-tahap perkembangan gigi berlubang ada empat tahap yaitu: tahap pertama disebut tahap awal biasanya terjadi pada usia 10-20 bulan, pada tahap ini gigi berlubangnya belum kelihatan. Tahap kedua biasanya terjadi pada usia 16-24 bulan, pada tahap ini gigi anak sudah terinfeksi dan warna gigi anak berubah selain itu, anak akan merasakan ngilu waktu makan dan minum minuman dingin. Tahap ketiga biasanya terjadi pada usia 20-36 bulan, pada usia ini gigi anak sudah berlubang maka anak akan merasakan sakit ketika mengunyah dan sikat gigi. Tahap keempat terjadi pada usia berusia 30-48 bulan, rusaknya gigi sudah sampai bagian dalam dan warnanya berubah jadi hitam. Maka anak akan susah tidur dan sulit untuk makan.
            Karies (gigi berlubang) ini bisa berkembang dengan berbagai faktor, faktor yang pertama yaitu faktor host. Faktor ini tentang ukuran dan bentuk gigi, struktur enamel atau bagian gigi yang terluar, faktor kimia. Gigi desidui atau gigi susu lebih mudah terserang karies daripada gigi permanen. Hal ini terjadi karena enamel gigi desidui mengandung bahan organik dan air yang lebih banyak sedangkan jumlah mineral lebih sedikit dari pada gigi permanen. Saliva atau air liur berfungsi untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri dari gigi. Anak yang aliran salivanya menurun, maka kerentanan gigi terhadap karies akan meningkat.
 Faktor yang kedua yaitu faktor mikroorganisme atau bakteri,  bakteri yang menyebabkan karies atau gigi berlubang adalah bakteri Streptococcus mutans dan bakteri Streptococcus sobrinus. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini dapat berkembang biak di permukaan gigi dan cepat menghasilkan asam dengan adanya plak. Infeksi terjadi terutama melalui penularan secara sejajar dari ibu dengan tindakan seperti, meniup atau memeriksa suhu makanan dengan sendok bayi di dekatkan atau dimasukkan di mulut ibu.
Faktor yang ketiga yaitu faktor substrat atau diet, peranan diet pada pembentukan karies adalah penting. Jenis makanan yang dikonsumsi harus diperhatikan, karbohidrat yang tinggi frekuensinya akan meningkatkan resiko karies pada permukaan gigi. Bakteri S.mutans akan mengurai semua jenis karbohidrat tetapi yang paling efisien memproduksi asam dari gula terutama sukrosa, selain itu kebiasaan mengonsumsi cairan yang mengandung karbohidrat yang dapat berfermentasi seperti jus, susu formula, dapat meningkatkan resiko karies sehubungan dengan kontak antara gula dalam cairan dengan bakteri kariogenik pada gigi. Hal ini dikarenakan cairan yang masuk tidak tertelan dan tergenang di dalam mulut mengelilingi permukaan gigi dan berhentinya proses mineralisasi seperti lebih mudah patah dapat terjadi, dan menurunnya laju saliva atau air liur pada saat anak tertidur, akan memperburuk kebersihan rongga mulut anak. Penyakit karies ini membutuhkan waktu untuk berkembang menjadi suatu kavitas atau lubang cukup bervariasi, yang diperkirakan 6-48 bulan. Oleh sebab itu, biasakanlah anak untuk meminum air putih atau menyikat gigi setelah meminum susu.
            Menjaga kesehatan gigi anak sangat penting sebab karies atau gigi berlubang  sangat rentan menyerang anak usia kurang dari 71 bulan, kondisi yang lebih parah dijumpai pada anak usia kurang dari 3 tahun. Karies ialah suatu penyakit yang serius, kadang menimbulkan rasa sakit dan berkembang dengan cepat. Anak akan merasakan ngilu ketika makan dan minuman dingin. Selain itu juga, anak merasa kesakitan ketika mengunyah makanan dan menyikat gigi. Pada malam hari, anak merasakan sakit secara tiba-tiba. Salah satunya penyebab gigi karies yaitu sisa susu yang tergenang di dalam mulut mengelilingi permukaan gigi dan berhentinya proses mineralisasi dapat terjadi, dan menurunnya laju saliva pada saat anak tertidur, akan memperburuk kebersihan rongga mulut anak.

Comments

Popular posts from this blog

Innovators CAR ANDROID \\ INOVATOR MOBIL ANDROID