WANITA DAN STRETCH MARK
WANITA
DAN STRETCH MARK
Salah
satu masalah kulit yang bisa mengganggu penampilan wanita adalah munculnya
gurat-gurat baik berwarna putih, merah ataupun ungu pada permukaan kulit.
Masalah kulit seperti ini sering terjadi terutama pada wanita yang sedang
hamil. Sehingga, masalah kulit yang kerap disebut stretch mark sering dianggap sebagai gurat kehamilan. Padahal sebenarnya stretch
mark adalah masalah semua wanita, baik yang sedang hamil, maupun yang tidak
hamil.
Sekarang ini, kebanyakan wanita resah, jika bagian kulit
tubuh mengalami perubahan dan perlahan tampak stretch mark. Kulit sebagai cermin awal keadaan kesehatan tubuh
sebenarnya tidak membutuhkan perawatan yang rumit, hanya saja pola hidup kita
seringkali menjadi pemicu utama perubahan elastisitas dari kulit.
Stretch
mark bukanlah sebuah tanda penuaan. Secara medis memang tidak mempengaruhi
kondisi kesehatan seseorang, tetapi dari segi estestika akan membuat resah
dengan munculnya stretch mark lebih
dini.
Stretch
mark bukanlah sebuah tanda penuaan. Secara medis memang tidak mempengaruhi
kondisi kesehatan seseorang, tetapi dari segi estestika akan membuat resah
dengan munculnya stretch mark lebih
dini.
Stretch mark adalah
guratan yang sering nampak pada kulit bagian tubuh letak lemak terkonsentrasi,
seperti di payudara, perut atas, lengan atas, pantat, paha. Guratan yang
mulanya berwarna merah, merah muda, atau ungu ini lama kelamaan akan berubah
menjadi warna putih atau kelabu, tergantung pada warna kulit. Inilah sebabnya stretch mark sering terjadi pada masa
kehamilan dan setelah berat badan meningkat drastis. Di waktu lain, stretch
mark sering terbentuk pada masa pubertas, yaitu saat tubuh tumbuh dengan
cepat. Proses terbentuknya stretch mark sebetulnya diawali dengan
adanya timbunan lemak di bawah kulit. Seperti yang kita ketahui, kulit tersusun
dari tiga lapisan yaitu, lapisan pertama (epidermis), lapisan kedua (dermis),
dan lapisan ketiga (subkutis atau hipodermis). Lapisan epidermis adalah lapisan
terluar dari kulit yang melindungi bagian dalam tubuh dari goresan, sinar-UV
dan ancaman luar lainya. Di dalam lapisan epidermis terdiri dari susunan
lapisan sel datar. Lapisan dermis merupakan
lapisan kedua dan tersusun dari syaraf-syaraf penting yaitu serat kolagen dan
elastin yang berfungsi menjaga kekencangan dan fleksibilitas kulit. Sedangkan subkutis
atau hipodermis merupakan lapisan yang terletak di bawah dermis. Hipodermis
banyak mengandung lemak yang berguna sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh
dari benturan dan menjaga kestabilan suhu tubuh. Stretch mark terjadi jika lapisan dermis kulit mengalami
perenggangan melebihi daya fleksibilitasnya dalam kurun waktu yang pendek.
Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tubuh wanita
dibentuk oleh lemak yang terkonsentrasi pada bagian-bagian tertentu. Ketika
berat badan bertambah drastis, lapisan dermis yang berada di atas lapisan lemak
jadi terenggang secara radikal. Akibat terlalu dipaksakan melar, lapisan kulit
yang mengandung banyak pembuluh darah dan sel kulit muda ini lalu menjadi
pecah. Sehingga, akan memunculkan gurat-gurat berwarna keunguan yang diiringi
rasa gatal. Warna ungu ini muncul sebagai akibat dari adanya aktivitas pigmen
kulit melalui melanosit yang disebabkan robekan pada bagian dermis kulit. Lama
kelamaan, gurat-gurat keunguan tersebut akan berubah warna menjadi putih,
sebagai pertanda telah terbentuknya jaringan baru, yang memiliki warna berbeda
dengan warna kulit aslinya.
Selain pertambahan berat badan, kurangnya
elastisitas kulit juga memengaruhi kemungkinan terjadinya stretch mark. Sehingga, pada kondisi wanita yang
kurang asupan penunjang asupan kolagen kulit dan dehidrasi bisa semakin
memperbesar kemungkinan dirinya mengalami stretch mark.
Sayangnya, stretch mark sulit
untuk dihilangkan jika sudah terbentuk. Jadi, jika Anda khawatir mendapati stretch
mark di kulit, sebaiknya menjaga
kesehatan berat badan dan nutrisi kulit. Atau, untuk sedikit menyamarkannya,
bisa mengoleskan krim atau salep yang mengandung turunan asam vitamin A secara
rutin yang bisa menjaga elastisitas jaringan kulit pada dermis.

Comments
Post a Comment