TAMAN SARI, WHITE CASTLE YOGYAKARTA
|
|
Taman Sari
adalah sebuah taman yang bangunannya berbentuk seperti layaknya istana
bernuansa putih. Bangunan ini terbilang sangat unik karena memiliki gaya
arsitektur campuran antara Jawa, Cina, Islam, dan Portugis. Taman ini terletak
di Jalan Taman, Keraton, Kota
Yogyakarta. Tepatnya 400 meter sebelah selatan Keraton Yogyakarta. Harga tiket
masuk ke Taman Sari pun terbilang relatif murah, yaitu Rp3.000 untuk wisatawan
domestik, dan Rp7.000,00 untuk wisatawan mancanegara. Biasanya untuk wisatawan
mancanegara akan ada guide lokal yang
menemani dan menjelaskan tentang sejarah Taman Sari ini.
Untuk sampai ke Taman Sari ini
terbilang sangat mudah karena banyak kendaraan yang bisa diakses menuju Taman
Sari. Dari Kraton Yogyakarta dapat ditempuh dengan berjalan kaki hanya dalam waktu
15 menit. Adapun jika ingin menggunakan kendaraan umum, di sana banyak becak
yang dapat mengantar Anda menuju Taman Sari. Tarif becak pun tidak mahal, hanya
Rp10.000,00 saja. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, motor ataupun mobil,
di halaman depan Taman Sari juga disediakan area parkir yang cukup luas dan
nyaman.
Hal yang mengesankan ketika memasuki
area taman ini yaitu bangunan zaman dahulu yang berwarna putih tampak gagah
seperti istana. Di sisi temboknya pun terdapat ukiran-ukiran yang cukup menarik
perhatian. Pada pintu masuk terdapat gapura unik dengan ukiran-ukiran cantik.
Setelah melewati pintu masuk, Anda akan menemukan dua kolam dengan air berwarna
biru jernih. Menurut cerita sejarahnya, dahulu kolam tersebut adalah pemandian
para putri dan selir-selir raja. Di sekeliling kolam juga terdapat pot-pot
bunga yang menambah kecantikan area kolam. Hiasan air mancur yang berbentuk
kepala naga seolah melengkapi pemandangan sekitar.
Tidak hanya kolam saja, masjid bawah
tanah juga menjadi salah satu keistimewaan taman ini. Untuk sampai di masjid
bawah tanah ini, Anda harus melewati lorong-lorong panjang dan tangga-tangga.
Uniknya, masjid ini berbeda dengan masjid pada umumnya. Jika pada umumnya
masjid berbentuk persegi, masjid bawah tanah ini berbentuk lingkaran yang
ditengah-tengahnya terdapat sumur yang biasa disebut Sumur Gumilang. Menurut
sejarahnya, dahulu masjid ini adalah surau yang biasa digunakan untuk shalat
Sultan.
Pada saat melewati setiap tempat di
Istana ini, Anda akan melewati kampung yang penghuninya masih abdi dalem
Keraton. Suasana kampung ini pun masih sangat tenang dan tenteram. Rumah para
warga masih tampak asri. Sepertinya mereka masih sangat menjaga keasrian tempat
tinggalnya. Bahkan tidak segan-segan, Anda akan ditawarkan untuk belajar
membatik di beberapa rumah yang penghuninya membuka kursus membatik. Tak jarang
banyak yang ingin mencoba belajar membatik.
Untuk berkeliling Taman Sari, Anda
membutuhkan waktu kurang lebih dua jam. Dengan berjalan santai sambil menikmati
pemandangan dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah bangunan ini dari guide lokal. Di dalam istana juga ada
toko yang menjual kerajinan dan lukisan bergambar wayang. Tidak hanya lukisan,
toko ini juga menjual kain batik. Jika Anda tertarik Anda dapat membelinya.
Di Taman Sari ini, selain bisa
menikmati pemandangan dan berjalan-jalan, Anda juga bisa menambah wawasan
dengan mengetahui sejarah terbentuknya bangunan ini. Apabila Anda mengajak
anak-anak juga sangat cocok karena bisa menambah wawasan tentang bangunan masa
lalu ini.
Tidak hanya itu saja, tempat-tempat
di bangunan ini juga sangat menarik apabila Anda ingin berfoto bersama keluarga
atau teman. Jadi, tunggu apa lagi? Jika Anda bingung mengisi waktu luang atau
liburan Anda, Taman Sari Yogyakarta bisa menjadi tempat yang menarik untuk
mengisi waktu liburan bersama keluarga dan teman tercinta.


Comments
Post a Comment