MOOD SERING BERUBAH? AWAS BIPOLAR.
MOOD SERING BERUBAH? AWAS BIPOLAR.
Manusia
adalah makhluk sosial yang dianugerahi perasaan, akal dan fikiran. Seringkali
perasaan manusia berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ia alami. Jika
ia tengah dalam keadaan membahagiakan maka perasaannya juga akan ikut bahagia.
Ketika ia merasa bahagia maka ia akan tersenyum, tertawa dan ekspresi bahagia
lainnya. Berbeda jika ia berada di situasi yang menyedihkan, maka ia akan
menangis, merenung, diam, dan lain-lain. Hal tersebut tentu wajar-wajar saja
dalam kehidupan manusia. Akan tetapi jika perubahan perasaan atau perubahan mood terjadi secara cepat dan drastis
maka Anda perlu mewaspadainya. Bisa jadi perubahan mood yang terjadi secara drastis tersebut karena Anda mengidap suatu
penyakit yang disebut bipolar disorder.
Penyakit
bipolar adalah suatu penyakit yang dapat diketahui melalui tingkah laku
seseorang. Penyakit yang menyerang psikologi seseorang ini merupakan penyakit
yang cukup membahayakan. Pasalnya jika seseorang mengidap penyakit ini maka ia
akan mengalami perubahan mood secara
drastis. Seseorang yang terjangkit penyakit ini akan mengalami emosi yang
meledak-ledak secara tiba-tiba dan akan mengalami kondisi psikologis yang tidak
stabil. Sebagai contoh, Ia
akan menjadi bahagia seketika namun tidak lama ia juga bisa berubah 180 derajat
kondisi psikologisnya menjadi emosional. Sebenarnya gangguan bipolar adalah
gangguan yang terjadi pada perasaan seseorang yang disebabkan oleh masalah di
otak. Hal ini ditandai dengan perubahan mood
atau perubahan tingkah lakunya. Perubahan-perubahan yang terjadi pada penderita
bipolar ini dapat dikelompokkan menjadi episode manik, episode depresi, episode
campuran dan episode hipomania.
Pada
episode manik, si penderita sedang dalam mood
yang sangat baik atau sangat buruk. Sebagai contoh, Ia merasa sangat
bahagia atau bahagia yang sangat luar biasa. Ia dapat tertawa-tawa sendiri
karena kebahagiannya itu atau Ia juga dapat berperilaku yang sangat ekstrim
untuk melukiskan kebahagiannya. Namun kebahagiaan itu sering kali dicerminkan dengan
perilaku yang di luar batas kewajaran. Penderita juga akan memiliki rasa
percaya diri yang lebih. Selain itu juga mengalami susah tidur karena kelebihan
energi ini. Ciri lain dari episode ini adalah meningkatnya aktivitas, berfikir
seks secara terus menerus, sulit mengendalikan gairah seksual, terburu-buru
dalam mengambil keputusan.
Pada episode depresi
ini adalah episode yang paling membahayakan, dimana penderita bipolar akan
merasakan tekanan yang luar biasa. Ia memiliki perasaan seperti orang yang sedang
diintimidasi. Ciri episode ini adalah dimana penderita merasa mudah marah,
hiperseksual, menangis, bicara lebih cepat dari biasanya, dan susah tidur. Ia
dapat melakukan suatu tindakan yang sangat ekstrim apabila tidak segera
ditangani dengan baik, seperti mencoba untuk bunuh diri. Dan pada episode yang
selanjutnya adalah episode campuran, dimana penderita bipolar akan merasakan
suatu perasaan antara bahagia dan tertekan. Ia biasanya bercerita dengan orang
lain dengan bersemangat dan menggebu-gebu namun ia menceritakan suatu cerita
yang berbau negatif mengenai dirinya atau orang lain. Pada episode terakhir
yaitu episode hipomania, penderita bipolar akan menurun mood-nya. Pada episode inilah disebut dengan episode pendinginan.
Penderita akan mengalami peningkatan sensitifitas, semangat dan lain-lain namun
dalam kondisi yang wajar dan tidak terlalu ekstrim.
Penyakit
yang menyerang psikologis manusia ini telah dikelompokkan menjadi 2 tipe. Yaitu
bipolar tipe I dan bipolar tipe II. Pada bipolar tipe I, penderita akan
mengalami suatu perasaan yang episode manianya lebih dominan daripada episode
lainnya. Untuk bipolar tipe II, penderita memiliki episode depresi dominan yang
cenderung lebih banyak diderita oleh kaum wanita.
Sebenarnya
pemicu timbulnya penyakit ini karena genetika. Seseorang yang terlahir dari
orang tua yang salah satunya pengidap bipolar memiliki resiko mengidap penyakit
ini juga. Peresentasenya adalah sekitar 15-30%. Namun apabila kedua orangtuanya
terkena bipolar maka ia akan memiliki 50-75% penyakit yang sama. Faktor lainnya
penyebab adanya penyakit ini adalah karena fisiologis, yaitu terganggunya
keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak. Otak memerlukan neurotransmitter sebagai penghantar
rangsang, norepinephrin, dopamin, dan seretonin adalah beberapa jenis
pengahntar rangsang terpenting dalam impuls syaraf. Pada penderta bipolar ini
cairan-cairan kimia yang terdapat di otak ini berada dalam keadaan yang tidak
seimbang. Lingkungan juga menjadi faktor penyebab seseorang dapat menderita penyakit
bipolar. Gangguan lingkungan seperti stres, rasa tertekan, gaya hidup yang
tidak baik seperti terlalu sering mengkonsumsi minuman keras, menyalah gunaan
zat-zat berbahaya, obat-obatan terlarang, kurang tidur dan terlalu sibuk
sehingga melewatkan waktu beristirahat juga menjadi penyebab timbulnya penyakit
berbahaya ini. Selain itu penyakit bipolar ini dapat timbul karena permasalahan
yang dialami oleh seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya, seperti orang yang
putus cinta, kehilangan sahabat, kematian sanak saudara, dipecat dari
pekerjaan, tidak lulus sekolah atau orang yang memiliki riwayat masa kecil yang
kurang baik.
Penyakit
bipolar ini dapat disembuhkan dengan melakukan terapi, baik dengan terapi
profesional di rumahsakit ataupun oleh diri sendiri. Untuk terapi yang
dilakukan sendiri dapat dilakukan apabila penyakit bipolar ini belum terlalu
parah atau masih dalam kondisi ringan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah
dengan menjauhkan pikiran kita dari rasa stres dan tertekan. Kemudian aturlah
waktu tidur dan istirahat Anda dengan baik dan jangan terlalu memaksakan
pekerjaan yang anda harus lakukan. Selain itu juga mencoba menenangkan diri
sendiri sebelum gejala bipolar itu mulai menyerang. Sedangkan bagi penderita
yang sudah mengalami bipolar parah disarankan untuk melakukan terapi dengan
psikiater profesional yang biasanya berada di rumahsakit jiwa.
Dapat
digarisbawahi bahwasannya penyakit bipolar adalah penyakit yang menyerang
psikologis manusia. Penyakit ini ditandai keberadaannya dengan perubahan mood atau perasaan yang sangat drastis
dan secara tiba-tiba. Penyakit ini adalah penyakit yang cukup berbahaya karena
dapat memicu penderitanya melakukan bunuh diri jika sudah berada di episode
depresi setelah sebelumnya juga melewati episode maniak. Setelah episode
depresi maka penderita bipolar akan mengalami episode campuran dan yang
terakhir adalah episode hipomania. Penyakit bipolar sendiri terdiri dari dua
tipe yaiti tipe I dan tipe II. Bipolar yang sudah menyerang seseorang terjadi
karena berbagai hal seperti keturunan genetik, fisiologis, lingkungan dan gaya
hidup yang tidak tertata dengan baik. Namun bipolar dapat disembuhkan atau
diatasi dengan melakukan terapi baik di rumahsakit maupun terapi yang dilakukan
oleh penderitanya sendiri apabila masih ringan.

Comments
Post a Comment