FENOMENA GUMUK PASIR



FENOMENA GUMUK PASIR BERGERAK
PANTAI PARANG KUSUMO YOGYAKARTA

Text Box: Kawasan Gumuk Pasir Pantai Parang Kusumo (sumber: dokumen pribadi)Gumuk pasir atau sand dunes adalah gundukan pasir yang terbentuk oleh akitivitas angin (eolin). Angin yang membawa pasir kemudian mengendapkannya, membentuk berbagai macam tipe bentuk gumuk pasir. Termasuk gundukan pasir yang ada di Pantai Parang Kusumo Yogyakarta bisa kita sebut dengan sand dunes.

Bentuk gumuk pasir bermacam-macam  tergantung  pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Secara garis besar, ada dua tipe gumuk pasir, yaitu free dunes (terbentuk tanpa adanya suatu penghalang) dan impedeed Dunes (yang terbentuk karena adanya suatu penghalang. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchant), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dunes).

Gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri.  Jika tidak ada stabilisasi oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angin berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Pergerakan gumuk pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun.

Ada beberapa syarat terbentuknya gumuk pasir diantaranya terjadi pada pantai yang landai, tersedianya pasir sebagai pemasok material, gelombang air laut mampu menghempaskan  pasir ke darat, arus sepanjang pantai kuat, beda air pasang  dan  surut cukup besar, dan terdapat perbedaan tegas antara musim kemarau dengan musim hujan.

Pada umumnya, gumuk pasir terbentuk pada daerah gurun, namun uniknya di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki bentukan gumuk pasir tersebut. Oleh karena itu, gumuk pasir yang terdapat di pantai selatan Jawa tepatnya di Pantai Parang Kusumo tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Terbentuknya gumuk pasir di pantai selatan tersebut merupakan hasil proses yang dipengaruhi oleh angin, Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Progo.

Material yang ada pada gumuk pasir di pantai Parang Kusumo berasal dari Gunung Merapi dan gunung-gunung api aktif lain yang ada di sekitarnya. Material berupa pasir dan material piroklastik lain dikeluarkan Gunung Merapi lalu terbawa bersama aliran lahar dingin yang akhirnya bermuara ke laut melalui sungai. Selain itu disertai pula proses erosi dan gerak massa batuan serta material lain kemudian terbawa oleh aliran sungai. Misalnya mengalir melalui Sungai Krasak, Sungai Gendol, dan Sungai Suci. Aliran sungai  tersebut mengalirkan material hingga ke pantai selatan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdJV-DEyjV2fN42-UC0725-8ellyuJgp_m3TLfxXzDwDk1Q5Z-amtSkeXt6kgIYFTWYuid-qP56K55bBPJEvyu9csDbsElxese8xskTfeE8-IwXWLXTc5urtby4payvL1ZGSiorV9xw1Yb/s400/Gumuk%20Pasir9.JPG
Gambar Penyuplaian material pembentukan gumuk pasir

Kekuatan  angin yang ada sangat berpengaruh terhadap pembentukan gumuk pasir. Kekuatan  angin menentukan kemampuannya untuk membawa material yang berupa pasir baik melalui proses menggelinding (rolling), merayap, melompat, maupun terbang. Adanya material pasir dalam jumlah banyak serta kekuatan angin yang besar, maka pasir akan membentuk berbagai tipe gumuk pasir. Pada pantai selatan jawa, angin bertiup dari arah tenggara, hal ini menyebabkan sungai-sungai pada pantai selatan membelok ke arah kiri jika dilihat dari Samudra Hindia. Selain arah  tiupan angin tersebut, maka gumuk pasir yang terbentuk menghadap ke arah datangnya angin yaitu arah tenggara. Proses ini berlangsung cukup lama dan berkelanjutan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuqv4MJ7RiFFVY4Jq0qq9Iw0t6vzgyyrhE8dqhaGiis5LwzzEA2IzGqyUX4DIK_L235Wjh899wcdpPMJoerIf1fSO85z5sUdlaTPN1eIH30SQjLKK61TqF5YjlUSqg0s9TERWzQ8wKPpil/s640/Gumuk%20Pasir10.JPG
Gambar Citra satelit daerah Gumuk Pasir Parang Kusumo yang menunjukkan adanya pengaruh angin muson tenggara ( Sumber : wikimapia.org, 2008).

Sedangkan bentuk gumuk pasir di kawasan  Pantai Parang Kusumo bertipe Barchant. Vegetasi yang ada cukup  beragam, walaupun nantinya dapat mempengaruhi eksistensi gumuk pasir itu sendiri. Tumbuhan tersebut  menjadi faktor penghambat terbentuknya gumuk pasir.

Pembentukan gumuk pasir  pada pantai selatan dipengaruhi oleh adanya beberapa aliran sungai, yaitu Sungai Opak--Oyo pada bagian timur dan sungai Progo pada bagian barat. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa material dari Merapi terbawa oleh aliran sungai di sekitarnya, sungai-sungai tersebut kemudian menyatu  membentuk orde sungai yang lebih besar hingga menyatu membentuk sungai Opak, Oyo, dan Progo. Setelah material pasir sampai ke laut, terdapat interverensi dari ombak  laut sehingga material mengendap pada pantai selatan dan selanjutnya diterbangkan oleh angin. Pada pantai selatan Jawa, material tersebut tidak diendapkan pada bagian depan dari sungai yang pada akhirnya membentuk delta, hal ini disebabkan karena kuatnya arus dan gelombang laut pantai selatan  serta arahnya yang berasal dari tenggara menyebabkan material terendapkan pada bagian barat sungai.

Gumuk pasir yang berada di kawasan Pantai Parang Kusumo sangat mudah dijangkau. Letaknya berada pada jalan yang menghubungkan pantai Parang tritis dengan pantai Depok, tepatnya di sebelah barat tempat untuk manasik haji.

Selama ini gumuk pasir di kawasan Pantai Parang Kusumo belum ada penjagaan sehingga para pengunjung bebas untuk berjalan–jalan menikmati kawasan gumuk pasir. Namun yang disayangkan karena kurangnya penjagaan maka sekarang banyak menjamur warung–warung semi permanen yang dulu hanya menyediakan jasa penginapan sekarang menjadi jasa karokean yang telah diketahui bahwa juga menyediakan ” jasa plus–plus”. Dari semua hal yang sekiranya dianggap kurang patut, ada selayaknya terdapat pula hal yang patut diacungi jempol karena penduduk sekitar berani mencoba untuk mengolah  kawasan gumuk pasir sebagai lahan pertanian. Walaupun secara segi keindahan mengurangi tampilan alami gumuk pasir. 

Comments

Popular posts from this blog

Innovators CAR ANDROID \\ INOVATOR MOBIL ANDROID