Kumpulan Teks Narasi






          Fikri Nur Adani, seorang penari cilik yang tinggal di Tegalsari, Tirtomartani, Kalasan. Saat ini berusia 15 tahun. Mengenal tari sejak berusia 8 tahun, menjadikan dia mengenal urat nadi tari dengan matang. Ketika mendengar suara musik pengiring tarian seakan tubuhnya tidak bisa menahan untuk tidak mengikuti alunan. Perasaan seakan bergejolak ingin mengikuti alunan musik. Jatuh cinta kepada seni tari menjadikan dia pribadi yang disiplin. Banyak kegiatan yang harus dijalani setiap hari minggu. Serasa tujuh hari dalam seminggu tiada hari minggu, karena tiada waktu untuk berhenti menari.
Menjalani latihan yang berat pernah ia rasakan. Saat harus dikarantina selama satu bulan dan tidak bisa bertemu keluarga. Rasa rindu yang ada dalam hati sangat mendesak ingin berhenti mengikuti karantina. Semangat dalam dirinya perlahan mulai pudar. Pada saat seperti ini yang paling dirindukan adalah keluarga, tetapi pada kenyataanya sangat berbalik. Keluarga tidak boleh menemui saat dikarantina. Ahkirnya semangat yang pudar mulai menyatu. Rasa rindu yang didambakan muncul pada hitungan dalam tarian. Gong mampu mengembalikan kepercayaan diri.
Setiap hitungan pada saat menari memberikan semangat tersendiri baginya. Mengartikan setiap hitungan sebagai tambahan semangat membuat dia sangat mencintai seni tari. Darah yang mengalir dalam tubuhnya tidak akan lepas dari unsur tari. Sudah banyak jenis tarian yang dibawakan, sebanyak itulah suntikan semangat untuk kehidupannya. Mulai dari tari yang lembut hingga jenis tarian yang jauh dari kata lembut namun masih mengandung unsur kelembutan.
Langkah kaki yang mantap, kuda-kuda yang kuat, mental baja dan ketrampilan lainya mampu ia serap dengan sangat baik. Suatu ketika ia diminta tampil secara spontan, tidak ada persiapan sebelumnya. Berbekal musik pengiring tarian yang selalu berada di hpnya kemudian menampilkan satu tarian dengan sukses. Latihan sangat membantu untuk menjadi pribadi yang percaya diri, berani tampil, dan tanggap. Suksesnya penampilan spontan ini mampu memberikan kesadaran yang sangat berarti dalam perjalanan hidupnya.
Adanya lomba menari sangat membantu seni tari tetap bergeliat untuk negeri ini. Bagaimanapun seni tari harus selalu menjadi bagian dari masyarakat. Mengenalkan tari sebagai bagian kehidupan memang sangat sulit. Terlebih Fikri selalu membawakan tarian klasik. Hal semacam ini merupakan suatu tantangan tersendiri baginya.
Saat ini tari klasik mulai tidak kalah pamor dengan tari moderrn. Terbukti tarian klasik tetap bertahan diantara gempuran dan kepungan seni tari modern. Kesulitan yang sering dihadapi adalah tanggapan masyarakat sekitar. Belajar tari klasik biasa ia lakukan di sanggar tari. Waktu belar dimulai pukul 20.00-23.00, hal semacam ini disebabkan oleh faktor guru pelatih yang kurang. Ketika penyesuaian jadwal memang sudah dipertimbangkan. Tetapi faktor penghambat untuk berlatih pada siang hari sangat beragam.
Fikri sangat antusias untuk melestarikan tari. Tanggal 30 Oktober 2015 dia mendapat juara dua lomba mendongeng tingkat DIY, tentu saja dengan menyisipi dongeng dengan tarian. Beragam kegiatan yang dilakukan sangat erat hubungannya dengan tari. Saat ini Fikri sedang melakukan pengambilan gambar untuk sebuah film yang mengambil tema tari.

Comments

Popular posts from this blog

Innovators CAR ANDROID \\ INOVATOR MOBIL ANDROID