Kumpulan Teks Narasi
Menjalani latihan yang
berat pernah ia rasakan. Saat harus dikarantina selama satu bulan dan tidak
bisa bertemu keluarga. Rasa rindu yang ada dalam hati sangat mendesak ingin
berhenti mengikuti karantina. Semangat dalam dirinya perlahan mulai pudar. Pada
saat seperti ini yang paling dirindukan adalah keluarga, tetapi pada
kenyataanya sangat berbalik. Keluarga tidak boleh menemui saat dikarantina.
Ahkirnya semangat yang pudar mulai menyatu. Rasa rindu yang didambakan muncul
pada hitungan dalam tarian. Gong mampu mengembalikan kepercayaan diri.
Setiap hitungan pada
saat menari memberikan semangat tersendiri baginya. Mengartikan setiap hitungan
sebagai tambahan semangat membuat dia sangat mencintai seni tari. Darah yang
mengalir dalam tubuhnya tidak akan lepas dari unsur tari. Sudah banyak jenis
tarian yang dibawakan, sebanyak itulah suntikan semangat untuk kehidupannya.
Mulai dari tari yang lembut hingga jenis tarian yang jauh dari kata lembut
namun masih mengandung unsur kelembutan.
Langkah kaki yang
mantap, kuda-kuda yang kuat, mental baja dan ketrampilan lainya mampu ia serap
dengan sangat baik. Suatu ketika ia diminta tampil secara spontan, tidak ada
persiapan sebelumnya. Berbekal musik pengiring tarian yang selalu berada di
hpnya kemudian menampilkan satu tarian dengan sukses. Latihan sangat membantu
untuk menjadi pribadi yang percaya diri, berani tampil, dan tanggap. Suksesnya
penampilan spontan ini mampu memberikan kesadaran yang sangat berarti dalam
perjalanan hidupnya.
Adanya lomba menari
sangat membantu seni tari tetap bergeliat untuk negeri ini. Bagaimanapun seni
tari harus selalu menjadi bagian dari masyarakat. Mengenalkan tari sebagai
bagian kehidupan memang sangat sulit. Terlebih Fikri selalu membawakan tarian
klasik. Hal semacam ini merupakan suatu tantangan tersendiri baginya.
Saat ini tari klasik
mulai tidak kalah pamor dengan tari moderrn. Terbukti tarian klasik tetap
bertahan diantara gempuran dan kepungan seni tari modern. Kesulitan yang sering
dihadapi adalah tanggapan masyarakat sekitar. Belajar tari klasik biasa ia
lakukan di sanggar tari. Waktu belar dimulai pukul 20.00-23.00, hal semacam ini
disebabkan oleh faktor guru pelatih yang kurang. Ketika penyesuaian jadwal
memang sudah dipertimbangkan. Tetapi faktor penghambat untuk berlatih pada
siang hari sangat beragam.
Fikri sangat antusias
untuk melestarikan tari. Tanggal 30 Oktober 2015 dia mendapat juara dua lomba
mendongeng tingkat DIY, tentu saja dengan menyisipi dongeng dengan tarian.
Beragam kegiatan yang dilakukan sangat erat hubungannya dengan tari. Saat ini
Fikri sedang melakukan pengambilan gambar untuk sebuah film yang mengambil tema
tari.
Comments
Post a Comment