EKSOTISME RAWA JOMBOR KLATEN
EKSOTISME RAWA JOMBOR KLATEN
Kita bisa memandang pesona senja sunset yang
indah terpantul di air rawa. Selain itu, kita bisa melihat pemandangan dari
beberapa sisi. Di sisi selatan dan timur dapat melihat deretan pegunungan
seribu yang mengelilingi rawa. Di sisi barat dan utara ada bukit Sidagora,
penduduk sekitar menyebutnya toris.
Rute yang ditempuh untuk
menuju ke Rawa Jombor ada dua jalur. Pertama lewat jalur barat, dari kota
Klaten pabrik gula Gondang Winangoen menuju pertigaan Bendogantungan desa
Sumberejo, belok kiri atau kearah selatan hingga melewati desa Danguran lurus
terus ke selatan sampai desa Glodogan, dari desa Glodogan mengikuti jalan lurus
ke selatan hingga desa Jimbung terdapat plang jalan kearah Rawa Jombor, bisa
mengikuti plang tersebut. Sedangkan rute yang kedua bisa melewati jalur timur,
dari kota Klaten Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoromenuju stasiun Klaten yang
berada di jalan by Pass belok ke
kanan atau kearah selatan melewati terminal Klaten yang baru, lurus terus
kearah selatan hingga melewati kelurahan Buntalan, masih tetap lurus ke selatan
hingga menuju ke desa Jimbung terdapat plang jalan arah ke Rawa Jombor maka
belok ke timur mengikuti plang tersebut.
Sepanjang jalan ke Rawa
Jombor kita bisa menikmati pepohonan yang melambai-lambai dan keindahan
pegunungan seribu. Sejarah cerita dinamakan Rawa Jombor karena daerah tersebut
sering tergenang air sehingga disebut Rawa dan dahulunya terletak di desa
Jombor yang sekarang menjadi desa Krakitan. Genangan air berasal dari sungai
Ujung dan sungai Dengkeng bermuara ke rawa.
Warung apung yang menjadi
salah satu daya tariknya, menawarkan berbagai macam kuliner ikan air tawar.
Masakan yang wajib kalian coba jika berkunjung ditempat ini adalah ikan. Berbagai jenis ikan antara lain lele,
gurame, nila, bawal, dan sebagainya. Semua menu ikan tersebut bisa dibakar
maupun digoreng, tergantung selera pembeli. Warung apung sendiri, dibangun
menggunakan rangkaian bambu, dan sebagai penopangnya digunakan drum bekas.
Untuk menuju Warung Apung yang terdapat ditengah rawa, pengunjung dapat menaiki
perahu penumpang dari bambu yang disebut gethek. Cara kerja gethek ditarik oleh
karyawan khusus.
Warung Apung berjumlah
puluhan, masing-masing memiliki nama sendiri seperti yang mulai terkenal dari
Pondok Roso 17, Ilham, Barokah, dan sebagainya. Sembari menunggu masakan siap
disajikan, pengunjung bisa bermain sepeda air berbentuk bebek yang mengapung
berkeliling rawa, mandi bola, ayunan, dan lain-lain sesuai dengan fasilitas
Warung Apung. Bagi pengunjung yang suka memancing, juga disediakan kolam khusus dengan membayar harga perkilo untuk ikan
yang akan dibawa pulang. Warung Apung buka dari jam 09:00 hingga 22:00 WIB.
Setiap hari minggu Warung Apung menyediakan orkes dan dangdut live sehingga menambah suasana ramai weekend pengunjung.
Jangan lupa Anda kunjungi
bukit Sidagora yang berada disebelah utara Rawa Jombor. Di atas bukit Sidagora,
kita dapat melihat pemandangan kota Klaten. Tampak jelas pabrik gula Gondang
Winangoen yang tidak henti hentinya mengeluarkan asap di mesin giling, masjid
raya Klaten dan rumah-rumah pedesaan.
Setiap tahun, selalu diadakan
acara puncak di Rawa Jombor yaitu seminggu setelah lebaran. Acara puncak
meliputi berbagai macam rangkaian diantaranya dangdut, pasar malam dan kirab
gunungan. Kirab gunungan adalah ketupat yang diperebutkan penduduk. Tentunya
sudah didoakan seorang ulama, yang dipercaya dapat memberikan berkah untuk
kelancaran mencari rejeki, kesehatan, keselamatan serta ketentraman hidup.
Bagaimana dengan wisata
belanja? Tak perlu khawatir, Anda dan keluarga dapat melampiaskan hasrat
belanja di distro khusus Warung Apung yang berisikan pahatan bambu menyerupai
bebek, ayam dan cedera mata lainnya. Sepulang dari Rawa Jombor, Anda bisa
mampir di lapak khusus jajanan khas Klaten seperti rambak ceker yang berada di
pasar Klaten, sop ayam Pak Min juga termasuk makanan khas Klaten yang wajib
dicoba.

Comments
Post a Comment